Ternyata susah banget untuk memisahkan antara urusan dinas dengan urusan keluarga. Sering kali urusan keluarga juga ikutan masuk kedalam urusan dinas. Hal itulah yang membuat kepalaku pusing. Gini ceritanya. Kemaren paman aku yang jadi kepala sub bagian rumah tangga di kabupaten tetangga minta bantuan untuk menghubungi kepala sub bagian rumah tangga di kabupatenku untuk minta data tentang DPA. Aku juga kurang ngerti apa itu DPA. Karena keluarga, ya aku bantuin aja. Eh, ternyata DPA itu merupakan arsip rahasia yang tidak boleh bocor kepada orang lain NB keluar kabupaten. Nah, dari sini aku menjadi bingung, apa yang harus aku perbuat?? Disatu pihak yang minta tersebut adalah keluarga aku dimana aku wajib membantunya, tapi dilain pihak itu merupakan rahasia kedinasan yang harus kujaga. Akhirnya merasa tidak enak sama kepala sub bagian Rumah Tangga karena udah ngebantuin keluarga aku buat ngedapatin DPA tersebut. Aku juga merasa tidak enak kepada keluargaku karena tidak mendapatkan apa yang dia minta. Sumpek banget……………….
Ketimbang aku ngebocorin rahasia Negara, mending aku diam ajalah. Terserah aja apa kata mereka, aku udah gak peduli lagi. Seperti lagu yang sering aku nyanyiin waktu pendidikan dulu, “mau marah silahkan, mau benci silahkan, asal jangan kau putuskan cintaku…………aku sabar menunggu, sampai hilang jerawatku, malam minggu aku apel kerumahmu…………….”
He…….he…………….
DIarsipkan di bawah: CATATANKU | yang berkaitan: SEKS BEBAS, KELUARGA, dinas, pemerintah daerah, pemda, pacar, kantor | Tidak ada komentar »
























