Malam kamis sewaktu aku mau kewarnet dan kerumah dinas Wakil Bupati HSS, aku mampir dulu kesebuah toko untuk membeli sebungkus rokok. Toko tersebut terletak di Kota Kandangan dekat sebuah MAN dan MTsN di Kandangan. yang jaga toko tersebut waktu itu adalah seorang wanita setengah baya. masuk toko lagsungaja aku mesan sebungkus roko LA Mentol 12, waktu menunggu si penjaga ngambilin roko, tak sengaja pandangan aku tertuju pada sebuah kotak yang bertuliskan “Kondom Sutera”.
Kontan aku terkejut, :”lha kok disini jualan kondom yah??’
Penjaga tersebut menjawab ” iya mas”.
Trus aku tanya lagi sambil iseng, “mbak, berapa sekotak nya?”.
“sepuluh Ribu” katanya lagi.
Waduh kataku dalam hati, murah banget. Langsung timbul sebuah image negatif, kalo-kao pemakainya bukan suami istri.
trus aku tanya lagi “ada gak mbak anak sekolahan (pelajar) yang membeli kondom ini disini?’.
Dia menjawab ” ada mas, bahkan dia beli ama tespeknya sekalian”.
Wow, tambah penasaran neh hatiku. “Kondom tersebut buat sapa mbak? buat dia apa orang tuanya?? trus tespek tersebut buat siapa juga??”.
penjual toko menjawab ” menurut dia seh, kondom tersebut buat dia pake sendiri ama pacarnya, trus tespek tersebut but pacarnya yang katanya baru sekolah di MTsN ( setara SMP)”. Waduh, ak ulangsung ngomel dalam hati, ” gila pergaulan anak-anak sekarang, baru pelajar bahkan masih SMP lagi, udah tau alat-alat kontrasepsi, gimana nantinya kalo sudah gede, bisa tambah parah tuh”.
setelah akubayar danmengambil rokok yang kau pesan aku langsung menuju rumah dinas Wakil Buapti HSS, tapi dalam perjalanan hatiku selalu kepikiran tentang hal barusan yang akau alami, perkataan penjaga toko tersut masih terngiang-ngiang ditelingaku. Sebegini burukkah pergaulan remaj sekarang? sebegitu burukkah pergaulan para penerus bangsa di Kabupaten aku yangtercinta ini?? Apakah tidak ada lag pertauran yangmengikat mereka sehingga mereka bis bebas seperti itu?? Sebuah pertanyaan yang harus aku jawab sendiri dalam sebuah kebijakan yangakan kuambil suatu saat nanti dikala aku sudah bisa memegang Kabupaten ini.
Sebuah Kabupaten yang agamis telah tercemar oleh prilaku remajanya yang tidak tahu budi pekerti. Remaja yang akan menjadi penerus bangsa dan yang akan membangn Kabupten ini kelak hanyalah seonggok samapah, bagaimana jadinya Kabupaten ini, Propinsi ini dan Negara ini 20 Tahunyang akan datang apabila dipegang oleh remaja-remaja kaya gitu??
DIarsipkan di bawah: CATATANKU | Ditandai: kandangan, remaja, SEKS BEBAS























Assalamu’alaikum
Kurangnya pendidikan agama dirumah maupun di sekolah yang hanya seminggu sekali 1 jam. Berkunjung juga kesini, membaca artikel artikel Islam bermutu, Insyaallah.
Saya Menjawab:
Thanks yah atas komentnya. aku berkunjung juga ntar,
Salam sejahtera.
Saya Menjawab:
salam juga. thanks udah mampir.
terlalu banyak akan hal yang demikian di negara ini. bagi mereka sex bebas sudah tradisi yg mesti di lestarikan. prihatin juga denger kata2 pelajar belia kita ini.
Saya Menjawab:
yah, begitulah cerminan bangsa kita yang udah bobrok. saya gak tau lagi gimana nasib bangsa ini yang akan datang bila penerus bangsa sudah tidak bermoral lagi.
bagus tu kalo di warung dh tersedia alat kontrasepsi jadinya ga usah jauh2 ke apotik, aku sich setuju aja soalnya kan aku sering banget yang kaya gituan.OK
Saya Menjawab:
istighfar broooooooooooooooo……………………………..
Hallo,,,. Maaf nih, baru bisa gabung lg.
Bca tulisan kamu kali ini bikin miris ya,,aq pernah dengar seorang ulama bilang kalo tanda2 kiamat sdh dkt, slah satu’y itu ditarik/dihilangkannya sifat malu dari diri manusia. Na’udzubillah….
Aq pernah baca sebuah hadist yg artinya {hindarilah oleh kamu perbuatan zina.ssungguh’y pzinahan itu ad 4 bahaya.ptama,m’hilangkan cahaya muka,org mlht dia tdk mberikn phormatan lg.kdua,mmutuskn rezeki.ktiga,mnyebabkn marah’y tuhan yg bsifat rahman.ke4,mnyebabkn kekal’y berada dlm api neraka}.
Smoga hadist ini dpt mjadi teguran n renungan utk kita semua. Amien
Saya Menjawab :
dunia memang sudah sangat tua dan hampir kiamat. mudah-mudahan kita semua sempat bertobat.amien
eh, bner yah, , , saya juga dulu prnah ktmu org jualan pgaman tp di pasar. Itu pun udh bikin khawatir bisa2 dpake ma org yg gk seharusnya, gk tau deh ada peraturannya atau gk.
Prgaulan di Kdg udh parah bgt, kyk org Jkt aja (bukan brmaksud apa2 lho, tp Kdg itu biar gmanapun lebih agamis). Psti smuanya hasil didikan tv yg gk bgt kualitasnya.
O ya, saya juga tinggal di Kdg, tepatnya di perbatasan Sei. Raya dan Kdg. Thx ya.
Saya Menjawab :
tah, kalo dibandingin dengan jakarta seh emang juh berbeda, soalnya aku juga pernah tinggal dijakrta dan bandung. tapi ko bisa seh Kandangan ku tercinta menjadi kaya gini??