MAHALNYA RASA AMAN DI NEGERI INI

Rasa aman merupakan hak seluruh manusia. Rasa aman masyarakat adalah merupakan tanggungjawab negara sebagai pelindung masyarakat.
Di indonesia akhir-akhir ini banyak sekali terjadi kerusuhan,bentrokan, penganiayaan, pengancaman dan lain-lain. Baik iu yang dilakukan oleh perorangan maupun kelompok-kelompok tertentu. mulai dari kasus main hakim sendiri, tauran, ancaman senjata api, pembakaran gedung-gedung milik pemerintah dan lain-lain.
Miris rasanya melihat negara ini yang selalu dilanda gejolak. Dilihat di tv bahwa polisi tidak dapat berbuat banyak untuk menangani hal tersebut. Sehingga banyak masyarakat yang was-was bahkan takut untuk keluar rumah. menyedihkan.
Sebuah negara hukum yang katanya selalu berlandaskan hukum, namun belum mampu menegakkan hukum secara benar dan adil. media massa yang bebas, serta kesenjangan kehidupan yang terlalu mencolok mungkin nenjadi salah satu penyebab hal ini. termasuk juga ketidakmampuan negara untuk mengantisipasinya, padahal katanya para inteligen kita sudah mengetahuinya.
tulidan ini bukan untuk mengkritik negara ini, tapi ini cuma sekedar renungan tentang rasa aman yang saat ini terasa sangat mahal dan tidak terjangkau oleh kalangan rakyat jelata.
selain itu juga, sekarang banyak sekali masyarakat yang berani melawan aparat penegak hukum. dalan hal ini perlu ketegasab dalam hal penindakan untuk menimbulkan fek jera. seseorang yang bersalah, jika dia orang yang berada sangat sulit untuk ditangkap, namun jika yang berbuat kesalahan tersebut adalah orang miskin, hukum seakan tidak peduli.
ah…. betapa negeri ini telah dikuasai oleh sekelompok orang yang berkuasa dan kelompok-kelompok lain merasa dijajah sehingga melakukan perlawanan.
negeriku… damailah…. aku sudah muak dengan keadaan yang menakutkan ini. Belum tersadar kita akan mimpi tentabg mesuji berdarah, kimi lahir lagi kerusuhan disolo, sulawesi dan mesuji itu sendiri. kapan negara ini bisa aman…. kapan rakyat bisa tenteram?… harusnya pelaku kejahatan itu segera ditindak tegas. buka. karena dia.melawan negara, tapi mereka telah meresahkan masyarakat.

About these ads
    • roeyani
    • Mei 8th, 2012

    kaya apakah kisahnya kajadian samalam alah ae.. nang di kalumpang

      • bagdies
      • Mei 9th, 2012

      pokoknya kejadiannya menegangkan walae …. tapi ne dah mulai berangsur aman dan perekonomian dah pulih….

        • roeyani
        • Mei 9th, 2012

        Penegakan hukum memang harus dilakukan namun jangan sampai melupakan isu utamanya (akar masalahnya), yaitu pertanahan/agraria. Rasa keadilan masyarakat pun harus kita pelihara.

        • bagdies
        • Mei 12th, 2012

        memang akar masalahnya itu sudah merupakan bahan pembahasan yang lama dan sangat alot ….. adanya provokasi dari orang-orang yang tidak bertanggungjawab dengan alasan membela masyarakat padahal demi kepentingan pribadi mengakibatkan masyarakat terprovokasi …… selain itu perubahan mendasar dari masyarakat petani dan nelayan kepada pekebun sawit membutuhkan sebuah sosialisasi dan itu bukan sebuah evolosi tapi sudah bersifat revolusi lahan. yang namanya revolusi menurut teori pasti menimbulkan gesekan yang sangat besar… kita tidak pernah membela perusahaan, karena saya berkeyakinan perusahaan pasti juga ada kesalahan sehingga membuat masyarakat itu menjadi brutal. dan saya jga tidak akan membela masyarakat yang brutal. dalam hal ini semuanya ada mempunyai kesalahan dan ada mempunyai kebenaran. tinggal kebijakan yang bagaimana agar dapat meng clearkan permasalah yang ada.

        • roeyani
        • Mei 12th, 2012

        Konsep Perusahaan Inti Rakyat Perkebunan (PIR) nampaknya perlu dikembangkan melalui pendekatan sosio cultural dan ekonomi. Pola PIR ini lebih acceptable dibanding pola “Cultuurstelsel”. Kesediaan , kerelaan serta kerjasama konstruktif antara masyarakat selaku pemilik lahan perkebunan dan perusahaan selaku pemilik modal yang didasari semangat kemitraan (sejajar), keadilan akan menjadi fondasi yang kuat bagi keberlangsungan perusahaan dan peningkatan ekonomi masyarakat. Konsep ini populer dengan istilah pola kemitraan. Dalam kajian ekonomi Islam disebut “mudharabah”. berbanding terbalik dengan konsep ekonomi kapitalis yang ditopang liberalisme bermuara pada filsafat materialisme.

        • bagdies
        • Mei 13th, 2012

        memang sangat sulit untuk mewujudkan sebuah konsep kemitraan yang sejajar. saya rasa mendekati sejajar pun sudah sangat baik untuk saat ini, baik itu disini (ditempat saya) ataupun di seluruh Indonesia sekalipun. paham liberalisme memang tidak bisa kita pungkiri telah merasuki jiwa bangsa kita. buktinya adalah mata kuliah perekonomian pasti mengajarkan orang untuk mengejar keuntungan yang setinggi-tingginya.
        mungkin sebuah jalan adalah menawarkan kerjasama dengan masyarakat, bagi yang mau silahkan dan bagi tidak mau silahkan… tapi itu juga tidak akan membuahkan hasil yang maksimal karena pasti ada tekanan baik itu kepada yang mau dan kepada masyarakat yang tidak mau.
        sekarang adalah bagaimana caranya agar program pemerintah dapat berjalan dengan baik dan masyarakat dapat sejahtera dengan program tersebut.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: